Jumat, 07 Desember 2012

Informasi Panti Pijat di Blitar

Rekan-Rekan berada dalam artikel : Informasi Panti Pijat di Blitar
selamat membaca dan menikmati semoga bisa
menambah semangat sobat2 menghadapi hari demi hari....

Untuk sementara waktu artikel tentang : Informasi Panti Pijat di Blitar
sedang kami edit ulang untuk kepuasan smua pengunjuang blog.
setelah lengkap dan akurat segera kami posting kembali
artikelnya, trims sebelumnya

Untuk pengganti sementara artikel yang sobat2 cari, admin ganti
dengan cerita plus dibawah ini ya...
semoga ceritanya bisa menghibur sobat-sobat...


Kenikmatan Di Bis Kota



Nama saya Florence Kim, saya adalah warga Indonesia keturunan Korea yang
sekarang sedang berada di Italy untuk tujuan bisnis dan saya sering sekali
membaca 17Tahun.com hingga saya menjadi sangat basah. Saya mempunyai pacar
bernama Erick, seorang warga Roma, tapi sekarang saya tidak menceritakan
pengalaman saya bersama Erick.

Pagi itu, kami makan pagi berdua sambil ngobrol-ngobrol ringan. Erick ada
meeting dengan factory jam 11 pagi, jadi saya mungkin menghabiskan waktu dengan
jalan-jalan sendiri, tapi tidak masalah soalnya saya sudah terbiasa kemana-mana
sendiri. So, setelah cium perpisahan dengan Erick, saya mulai berbenah diri.

Pagi itu udara summer kebetulan sangat indah buat jalan-jalan. Saya memakai
skirt-dress katun pendek, sekitar 10 cm di atas lutut, motif floral, dengan
canvas-shoes di padukan dengan straw hat yang saya beli di Yogyakarta. Sip deh,
komentar saya setelah mengecek sekali lagi di cermin. Baju ini bagus juga, leher
bajunya yang berbentuk kotak, low cut memperlihatkan dada saya yang putih dan
berukuran 36B.

Waktu saya turun dari kamar, melewati lobby yang crowded, saya sempat merasa
tatapan mata yang tertuju pada saya, apa karena saya manis atau jarang kali
ngeliat cewek Asia, tapi lumayanlah buat tambah PD.

Saya berjalan-jalan menyusuri jalan kecil di samping hotel. Tidak lama kemudian
saya sudah berada di tengah toko-toko dan kafe-kafe kecil. Mungkin daerah pasar
kali, soalnya saya baru pertama kali berada di Roma. Entah bagaimana melukiskan
perasaan kalau kita berada di tengah-tengah kota yang ramai tapi semuanya asing
buat kita. Something scary tapi agak menggoda karena banyak hal yang baru,
seperti tampang cowok-cowok Italy yang lagi cofee break dengan baju kantor yang
rapi. Kulit mereka yang kecoklatan, dagu yang keras dan mantap plus itu lho..
sisa cukuran yang masih kebiru-biruan bikin gemes pengen ngelus dech, juga
perasaan mau nyobain bagaimana rasanya bercinta dengan mereka.

So, saya berjalan santai dengan pikiran yang bercampur aduk. Akhirnya saya
berhenti di depan bus station, kemudian setelah saya pelajari rute di map saya,
saya mau pergi ke Via Condotti. yah, buat window shopping.

Waktu saya naik ke bus tersebut, bus-nya lumayan padat, tapi tidak seperti di
Jakarta sampai bergelantungan di pintu. Paling lorong bus itu penuh orang
berdiri sambil berpegangan di pipa besi. Saya juga tidak menemukan tempat duduk
jadi saya pilih tempat yang kelihatan agak kosong sambil berpegangan di pipa
juga. Kemudian bus-nya melaju.

Saat menit-menit pertama, saya melihat-lihat sekeliling sambil bus itu melaju.
Saya merasakan angin bertiup menerpa wajah dan bermain dengan rambut saya yang
lurus sebahu. Waktu bus itu berbelok, saya merasa ada sentuhan ringan di paha
saya.. kaget, saya melihat sekeliling tapi tidak ada yang ganjil. Saya melihat
orang-orang sedang bercakap-cakap dan tidak ada yang mencurigakan. Saya mulai
merasa ganjil karena keasingan saya di tengah-tengah bahasa mereka.

Karena tidak menemukan sesuatu yang aneh, saya pikir itu mungkin
ketidaksengajaan, lalu saya kembali memandang lurus ke depan. Tapi tidak lama
kemudian, tangan itu kembali lagi dan kali ini mengelus pantat saya dengan pelan.
Saya menoleh mencari siapa tapi lagi-lagi tidak ada yang saya dapati. Lalu bus
berhenti, masuk lagi segerombolan orang sehingga saya makin terhimpit. Saya
pikir kalau sudah begini tidak mungkin lagi orang itu berani pegang-pegang, tapi
dugaan saya salah karena tidak lama kemudian saya mulai merasakan tangannya di
belakang lutut saya, bergerak naik ke atas paha saya. Terus terang saya
terangsang sekali karena bagian tengah agak ke belakang dari lutut ke paha itu
salah satu daerah sensitif saya.

Antara perasaan gundah, mungkin sungkan siapa tahu ada yang memperhatikan, tapi
juga mulai terangsang jadi saya diamkan saja. Karena tidak ada yang bisa saya
lakukan di tengah kepadatan bus dan pikir saya, toh dia cuma bisa pegang-pegang,
lagi pula saya melihat di sekitar saya itu banyak cowok-cowok berpakaian rapi
yang mungkin mau makan siang. So, insting iseng dan cuek plus pengen tahu saya
lebih kuat daripada perasaan malu. Saya ingin tahu sejauh mana tangan orang
tersebut bereaksi dan juga ngapain malu, nggak ada yang kenal saya ini, lagian
cowok-cowok yang dekat saya cakep-cakep.

Mungkin karena saya diam saja, tangan itu mulai berani bergerak perlahan terus
ke bagian atas paha tengah saya. Saya semakin grogi. Sambil menahan rasa nikmat
yang mulai menjalar dari paha, saya gigit bibir saya, karena takut saya nanti
bersuara (karena kebiasaan saya suka berisik). Saya mencoba untuk menyatukan
kaki saya supaya tangannya tidak bisa menggerayang ke atas lagi tapi tidak bisa,
karena bus itu bergoyang-goyang, yang membuat badan saya jadi limbung sehingga
kaki saya harus agak direnggangkan supaya bisa berdiri dengan stabil.

Diantara perasaan nikmat plus tegang, tangan itu semakin berani kali ini dia
maju ke atas, menuju ke celana dalam saya. Tangannya mulai membuat lingkaran-lingkaran
kecil tepat di daerah sekitar lekukan pantat saya sebelah bawah dan di atas
vagina saya yang tertutup celana dalam. Wow, makin terangsang plus grogi deh.
Kali ini saya agak melenguh sedikit tapi tidak mengundang perhatian penumpang
sebelah saya, mungkin mereka pikir saya kecapekan berdiri kali. Tapi si pemilik
tangan ini makin berani setelah mendengar desahan saya. Dia mulai menyisipkan
jemarinya ke dalam celana dalam saya yang mini itu. Tidak sulit karena mini, dia
bisa merasakan daerah itu mulai basah karena ulahnya. Sungguh sulit untuk
melukiskan perasaan saya saat itu.. mungkin pembaca bisa coba untuk membayangkan
posisi saya di daerah yang asing dan baru.

Karena dapat angin merasakan kebasahan saya, dia mulai berani membuka bibir
kemaluan saya dan memainkan jemarinya di antara kedua bibir itu sambil sesekali
melingkar-lingkar di clitoris saya. Aduh, pembaca sungguh nikmat rasanya. Saking
tidak kuat menahannya saya rapatkan lagi paha saya. Lalu dengan tiba-tiba saya
mencoba untuk menjebak tangannya di antara paha saya, tapi refleksnya sangat
bagus sehingga dia sempat lolos waktu itu. Lumayanlah pikir saya untuk catch my
breath again. Jantung saya berdegup sangat kencang sampai-sampai saya takut
kedengaran sama yang lain. Kaki saya yang mulai lemas sehingga saya sedikit
bersandar di kursi yang terdekat.

Tapi tidak lama tangan itu kembali lagi kali ini saya merasa sesuatu yang dingin
di celah paha saya yang nantinya saya sadar mungkin itu gunting or what and how?
Karena berikutnya celana dalam saya sudah robek terbelah dua. Tangannya semakin
berani beroperasi di antara kedua bibir vagina saya melingkar-lingkar dan mulai
nenekan perlahan. Pelan namun mesra. Kemudian saya mulai merasa jarinya membuka
kedua bibir kemaluan saya dan mulai memasukkan dua buah jarinya ke dalam vagina
saya keluar masuk sambil digesekkan ke daerah clitoris saya. Saya terpana karena
tidak menyangka dia seberani itu tapi tak kuasa untuk bertindak. Kaki saya mulai
lemas lagi mungkin karena kenikmatan yang dihasilkan oleh gerakan jemarinya.

Saya terpaku oleh rasa itu, diam tak bergerak hanya bisa menikmati sambil kuat-kuat
menggigit bibir menahan nikmat itu. Perasaan yang tak tertahankan itu membuat
saya diam-diam berimajinasi bagaimana rasanya kalau penis yang ada di dalam
vagina saya. Dalam diam saya sangat menikmati gerakan tangannya. Saya sudah
sangat basah sekarang. Saya kuatir nanti terdengar bunyi seperti clep.. clep..
Saya berdiri setengah bersandar di situ antara perasaan grogi takut ketahuan
tapi saya berdiri diam di situ tidak bergerak sambil menikmati permainan
tangannya.

Tangan itu tidak berhenti juga mungkin dia dapat merasakan gerakan dinding
vagina saya yang makin intense. Saya merasa saya hampir orgasme. Akhirnya tiba-tiba
seperti gelombang saya merasakan suatu perasaan yang sangat hebat, mungkin saya
orgasme seperti dalam sedetik itu saya berada di suatu tempat yang terang sekali..
sendirian. Untung saya masih bisa menahan tidak menjerit walau susah sekali dan
bibir saya terasa sakit karena saya gigit keras sekali. Rasanya berdarah sedikit
karena ada rasa besi dalam mulut saya.

Setelah itu, saya kembali bisa merasakan kehadiran orang-orang di sekitar dan
membuka mata memandang jalan. Sambil menarik nafas panjang saya berdiri tegak.
Saya rapatkan kaki saya, dan seperti semula, tangan itu sudah tidak ada. Saya
lihat sekeliling, ada beberapa mata yang memandang saya dengan shock tetapi saya
cuek saja. Saya berbalik memandang jalan kembali dan melihat ke jam tangan saya.
Well, semua itu terjadi hanya dalam 10 menit.

Di depan saya melihat ada bus station. Saya cepat melewati orang-orang menuju
pintu lalu saya turun. Setelah saya memijakkan kaki saya di tanah, saya pandangi
lagi bus yang mulai bergerak maju tapi ada suatu gerakan yang menarik perhatian
saya. Ternyata ada seorang cowok berkemeja biru, berambut coklat tua dan berumur
sekitar 30 tahun mengangkat tangan dan memberi salute kecil pada saya seperti
gaya militer di dekat kening itu lho. Dia tersenyum (jujur saja, dia memang
ganteng. Kalau dia mendekati saya di sebuah café mungkin saya juga tertarik
oleh tampang Italy-nya yang rough but nice itu) Tak sadar, saya pun tersenyum
balik.

Begitulah pembaca. Saya mulai melihat sekeliling, ternyata saya sudah satu blok
di dekat Via Condotti. Saya mulai berjalan sambil masih tersenyum simpul oleh
pengalaman tadi. Pengalaman itu adalah salah satu starter yang membuat saya
mulai suka melakukan hal-hal tersebut di tempat umum bahkan di Jakarta mungkin
karena adrenalin yang berpacu sangat cepat kalau kita tahu kita di tempat umum
membuat saya selalu ketagihan.

Wow, Masih begitu perasaan saya kalau mengingat kejadian itu, seperti saya
menulis sekarang ini, vagina saya sudah basah. Tinggal menunggu nanti sore
selesai jam kantor. Saya akan bertemu Erick, may be Erick can help me now.








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar